Sambutan dan Prakata KBBI Edisi Kelima


Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Penerbitan Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima


Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang mempunyai kedudukan yang penting, bukan hanya karena fungsinya sebagai bahasa resmi negara, bahasa persatuan, dan perhubungan antarsuku bangsa di Indonesia, tetapi juga posisi sentralnya dalam rumpun bahasa terbesar di dunia, yaitu rumpun bahasa Austronesia. Sebagai salah satu bahasa yang termasuk ke dalam sepuluh bahasa terbesar di dunia dari segi jumlah penuturnya, bahasa Indonesia menjadi sangat penting dalam diplomasi dengan negara-negara lain di dunia. Untuk menunjang fungsi-fungsi yang penting tersebut, bahasa Indonesia harus memiliki perangkat kebahasaan tertentu.

Perangkat kebahasaan yang menjadi ciri bahasa modern antara lain adalah tata bahasa dan kamus. Bahasa Indonesia telah mempunyai keduanya yang dikembangkan melalui proses pembakuan dan kodifikasi. Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan hasil pembakuan dan kodifikasi bahasa Indonesia yang juga mencerminkan kekayaan kosakata bahasa Indonesia. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terekam semua fakta kebahasaan yang meliputi perkembangan makna dan konsep yang masuk bersamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sebagai hasil pembakuan dan kodifikasi, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima diharapkan mampu menjadi acuan kebahasaan yang paling berwibawa dan tepercaya. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima tersimpan kosakata dan istilah yang melimpah sebagai sarana untuk mengungkapkan berbagai macam gagasan dan pikiran. Ketersediaan kosakata dan istilah tersebut bermanfaat untuk menjamin ketepatan makna dan konsep yang dituntut dalam dunia ilmu pengetahuan. Pada kenyataannya Kamus Besar Bahasa Indonesia telah menjadi rujukan yang paling banyak digunakan dalam penciptaan istilah bidang ilmu. Selain sebagai sarana pengungkap gagasan dalam tulisan ilmiah, bahasa Indonesia pun mampu tampil sebagai bahasa ekspresi dalam karya sastra. Kemampuan daya ungkap bahasa Indonesia yang demikian besar tidak terlepas dari unsur-unsur yang memperkaya bahasa Indonesia. Bahasa daerah merupakan unsur yang paling potensial, di samping bahasa asing. Dengan sumbangan kosakata daerah ini, diharapkan bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa modern yang lebih mampu mengakomodasi konsep baru dengan memanfaatkan kekayaan kosakata dari ratusan bahasa daerah yang tersebar di nusantara.

Terbitnya Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima ini merupakan realisasi dari semangat Sumpah Pemuda untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa modern yang dijunjung tinggi oleh segenap pendukungnya. Semoga kamus ini dapat menjadi sumbangan dalam pemartabatan bahasa negara dan memperkukuh jati diri bangsa.


Jakarta, 28 Oktober 2016
Muhadjir Effendy
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia


Prakata Edisi Kelima


Perkembangan teknologi informasi saat ini membawa pengaruh yang sangat besar dalam segala hal, termasuk penyusunan kamus. Penyusunan kamus yang semula dilakukan dengan cara mengumpulkan kata-kata baru dari buku cetakan dan dituliskan kembali dalam kartu-kartu kecil (slip) yang kemudian diurutkan secara alfabetis telah mulai ditinggalkan. Sumber-sumber tertulis dalam bentuk cetakan tersebut sudah mulai digantikan dengan sumber-sumber yang tersedia dalam situs atau laman yang dapat diakses melalui internet. Penggunaan slip juga mulai bergeser ke dalam bentuk data digital yang dapat diproses secara cepat dan langsung. Perkembangan teknologi informasi telah membawa banyak kemudahan.

Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima telah mengalami perbaikan dan perkembangan dari edisi sebelumnya. Selain jumlah lema dan makna yang bertambah sehingga mencapai 127.036, pengerjaan Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima mulai menggunakan aplikasi penyusunan kamus yang diberi nama KBBI Daring. Penggunaan aplikasi dalam edisi kelima ini memungkinkan penyusunan kamus menjadi lebih mudah dan cepat. Aplikasi ini selain dirancang sebagai mesin pencarian yang diperuntukkan bagi pengguna Kamus Besar Bahasa Indonesia, juga terintegrasi dengan pekerjaan menyusun dan menyunting kamus yang diperuntukkan bagi tim penyusun ini. Selain itu, dalam aplikasi ini pula tersedia fitur interaktif yang memungkinkan pengguna menyumbangkan kata baru, mengomentari entri kamus, dan bahkan mengoreksi entri tersebut. Fitur-fitur ini sengaja diciptakan untuk mengundang keterlibatan masyarakat dalam penggunaan dan penyusunan Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Penambahan lema baru dilakukan dengan memasukkan kata-kata budaya, nama tokoh, nama geografis, nama peristiwa penting, dan singkatan yang sudah sangat lazim. Selain itu, pertumbuhan kosakata dan istilah baru dalam bahasa Indonesia harus diakomodasi dengan cepat. Oleh karena itu, dalam batang tubuh ini juga dimasukkan ungkapan bahasa daerah dan ungkapan bahasa asing yang sudah sangat lazim digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Jika sebelumnya kata dan ungkapan ini hanya dimasukkan ke dalam lampiran, pada edisi ini kata-kata tersebut juga dapat dicari dalam batang tubuh kamus. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah pengguna mencari kata-kata yang dimaksud dengan hanya mencari di batang tubuh.

Untuk mewujudkan Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima yang terbit dalam bentuk cetak, daring, dan luring ini, pada kesempatan ini kami sampaikan ucapan terima kasih kepada beberapa pihak yang terlibat secara aktif dalam mempersiapkannya. Pembuatan pangkalan data Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima merupakan sumbangan besar dari Sdr. David Moeljadi dan Sdr. Ivan Lanin. Adapun untuk pembuatan aplikasi KBBI Daring, kami mengucapkan terima kasih kepada Sdr. Ian Kamajaya. Ketiga orang ini bersama-sama dengan Subbagian Informasi dan Publikasi telah bekerja keras mewujudkan laman Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring supaya dapat digunakan oleh pengguna dan juga oleh tim penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia. Selain itu, ucapan terima kasih juga patut kami sampaikan kepada pihak-pihak lain yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu yang telah berkontribusi dalam penyusunan kamus ini.

Kami berharap kamus ini dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan pengguna dalam upaya menyebarluaskan pengetahuan pada umumnya dan pengetahuan tentang bahasa Indonesia pada khususnya. Kami menyadari bahwa kamus ini belum sempurna. Oleh karena itu, kritik, saran, dan tanggapan dari masyarakat pengguna kamus sangat kami harapkan demi perbaikan kamus ini pada masa yang akan datang.


Jakarta, 28 Oktober 2016
Dadang Sunendar
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa